jump to navigation

Berjiwa Tegar July 27, 2008

Posted by eddyramdan in Tausyiah.
Tags:
add a comment

Penulis : KH Abdullah Gymnastiar

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan; sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah : 5-6).

Salah satu tanda orang yang imannya masih rendah adalah senang memperlihatkan penderitaannya kepada orang lain. Ia begitu mudah menceritakan kesusahannya agar mendapat simpati dari manusia. Merasa senang ketika orang lain tahu bahwa hidupnya penuh dengan cobaan, dan senang berkeluh-kesah adalah ciri utamanya.

Padahal, setiap orang pasti memiliki masalah dalam hidupnya. Tidak ada satu makhluk pun yang bebas dari kesenjangan antara harapannya dan kenyataan yang terjadi. Jerat-jerat kesulitan akan ditemui dan dihadapi setiap orang, tanpa kecuali.

Bila masih senang mengabarkan penderitaan diri pada orang lain, atau mempertontonkan bagaimana susahnya hidup kita, maka berhati-hatilah. Bisa jadi itu adalah isyarat kita masih membutuhkan simpati orang lain ketimbang meyakini janji dan jaminan Allah. Keikhlasan pada Allah, patut diragukan.

Karena bukankah Allah telah menjanjikan bahwa satu kesulitan itu diapit dua kemudahan? Dan bukankah Allah juga telah menyatakan bahwa setelah kesulitan itu ada kemudahan?

Jadi, hendaknya kita harus belajar untuk tegar, yaitu berani menghadapi masalah. Bagaimana pun sulitnya masalah itu, kita harus membusungkan dada menyambutnya. Sapalah ia dengan bahasa dzikir dan fikir. Kemudian belailah ia dengan ikhtiar yang sempurna.

Insya Allah, masalah itu tidak hanya akan sirna, tapi juga memberikan kita beribu makna kehidupan. Makna yang akan mengangkat tabir kerahasian antara Allah dan makhlukNya, tanpa kita harus terhijab karena mencari simpati manusia.

Sumber : Buletin Sakinah