jump to navigation

Hadist 133-137 (Kajian Riyadhush Sholihin 22/03/2009) March 22, 2009

Posted by eddyramdan in Uncategorized.
Tags:
trackback


hdd133rs

133. Ketujuhbelas: Dari Abu Musa al-Asy’ari pula, katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda:
Apabila seseorang hamba itu sakit atau bepergian, maka dicatatlah untuknya pahala ketaatan sebagaimana kalau ia mengerjakannya di waktu ia sedang berada di rumah sendiri dan dalam keadaan sehat.” (Riwayat Bukhari)

hdd134rs

134. Kedelapanbelas: Dari Jabir r.a., katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda:
Setiap perbuatan baik itu merupakan sedekah.” Diriwayatkan oleh Imam Bukhari Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dari riwayat Hudzaifah r.a.

hdd135rsa

135. Kesembilanbelas: Dari Jabir r.a. pula, katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Tiada seorang muslimpun yang menanam suatu tanaman, melainkan apa saja yang dapat dimakan dari hasil tanamannya itu, maka itu adalah sebagai sedekah baginya, dan apa saja yang tercuri daripadanya, itupun sebagai sedekah baginya. Dan tidak pula dikurangi oleh seseorang lain, melainkan itupun sebagai sedekah baginya.” (Riwayat Muslim)
Dalam riwayat Imam Muslim yang lain disebutkan: “Maka tidaklah seseorang muslim itu menanam sesuatu tanaman, kemudian dari hasil tanamannya itu dimakan oleh manusia ataupun binatang, ataupun burung, kecuali semuanya itu adalah sebagai sedekah baginya sampai hari kiamat.”

hdd135rsb
Dalam riwayat Imam Muslim yang lain lagi disebutkan: “Tidaklah seseorang muslim itu menanam sesuatu tanaman, tidak pula ia menanam sesuatu tumbuh-tumbuhan, kemudian dari hasil tanamannya itu dimakan oleh manusia, ataupun oleh binatang ataupun oleh apa saja, melainkan itu adalah sebagai sedekah baginya.”
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan Hadis-hadis semuanya itu dari riwayat Anas r.a.

hdd136rs

136. Keduapuluh: Dari Jabir r.a. lagi, katanya: “Bani Salimah – salah satu kabilah kaum Anshar yang terkenal radhiallahu ‘anhum – bermaksud hendak berpindah tempat di dekat masjid. Berita itu sampai kepada Rasulullah s.a.w., kemudian beliau s.a.w. bersabda kepada Bani Salimah itu: “Sesungguhnya saja telah sampai berita kepadaku bahwa engkau semua ingin berpindah ketempat di dekat masjid?” Mereka menjawab: “Benar, ya Rasulullah, kita berkehendak sedemikian itu.” Beliau s.a.w. bersabda lagi: “Wahai Bani Salimah, tetaplah
di rumah-rumahmu itu saja, akan dicatatlah langkah-langkahmu itu – pahala melangkahkan kaki dari rumah ke masjid itu pasti dicatat sebanyak yang dijalankan. Jadi tidak perlu berpindah ke dekat masjid. Tetaplah di rumah-rumahmu itu saja, akan dicatatlah langkah-langkahmu itu.
” (Riwayat Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan:
“Sesungguhnya dengan setiap langkah itu ada derajatnya sendiri.” Imam Bukhari meriwayatkan pula dengan pengertian yang semakna dengan di atas dari riwayat Anas r.a.

hdd137rs

137. Keduapuluhsatu: Dari Abdulmundzir yaitu Ubaybin Ka’ab r.a. katanya: “Ada seseorang yang saya tidak mengetahui ada orang lain yang rumahnya lebih jauh lag! daripada orang itu untuk pergi ke masjid. Orang tadi tidak pernah terluput oleh shalat – jamaah. Kemudian kepadanya itu ditanyakan, atau saya sendiri bertanya kepadanya: Alangkah baiknya jikalau engkau membeli seekor keledai yang dapat engkau naiki apabila malam gelap gulita ataupun di waktu siang yang panasnya amat terik.” Orang itu menjawab: “Saya tidak senang sekiranya rumahku itu ada di dekat masjid. Sesungguhnya saya ingin sekali kalau perjalananku ke masjid itu dicatat- sebagai pahala, demikian juga pulangku jikalau saya pulang ketempatkeluargaku.”Rasulullah s.a.w. lalu bersabda: “Allah telah mengumpulkan untukmu semua yang kau kehendaki itu – yakni keinginanmu untuk
memperoleh pahala banyak itu dikabulkan oleh Allah.

hdd137rsb
Dalam riwayat lain disebutkan: “Sesungguhnya bagimu adalah pahala apa yang telah engkau amalkan-yakni
diperhitungkan menurut banyak sedikitnya langkah yang dijalani dari rumah ke masjid itu.”

Ar-ramdha’ ialah bumi yang terkena panas matahari yang amat terik.

 

Sumber:

[1] Kitab Riyadhush Sholihin karya Imam An-Nawawi
[2] Syarah Riyadhush Shalihin terjemahan dari Bahjatun Naazhiriin fi syarhi Riyaadhish Shaalihiin yang ditulis cermat oleh Syaikh Salim bin ‘led al-Hilali

Kajian Riyadhush Sholihin 22/03/2009 oleh Ust Sulam @ Masjid Puri Cinere

Comments»

No comments yet — be the first.